October 07, 2009

mengapa aku sayang padamu?

matamu memandang mataku,
jemarimu menyentuh jemariku,
kau tersenyum, aku tersipu;
awal kasih yang sederhana,

karena
sayangmu tak lebih dari sepenggal pagi
yang selalu membangunkan
kau singkap kelambu hatiku,
kau tuang anggur dalam cawanku,
dua centi meter dari dasarnya,
'aku tak ingin kau mabuk', katamu

karena
sayangmu tak lebih dari seberkas cahaya yang
menemani malam
tak ada rangkaian kata yang mempesona,
kata-kataku tenggelam dalam dekapmu,
kata-katamu karam dalam rengkuhanku,
detakhatimu gemuruh dadaku, meletup namun tak
menggores, beriak namun tak jadi gelombang,
berayun lembut,
mengatupkan mataku matamu dalam indah
yang tak menjulang

karena
sayangmu tak lebih dari seteguk air yang
menghapus dahagaku
kau tak biarkan sedihku menjadi tangis,
kau tak biar tawaku jadi lupa,
kau tak pernah pasangkan pasung di kakiku agar
aku bisa berjalan, berlari,
kau tak pernah ikatkan rantai di tanganku,
agar aku bisa genggam dunia,
meraih harapan,

karena
sayangmu selimut yang menentramkan
kau biarkan aku:
pergi dan datang dalam puisimu
memilih syair menulis kisah sendiri

karena
sayangmu angin yang membimbing
kau bebaskan aku
jadi jiwa mandiri

karena itu
aku sayang padamu
sungguh...


cengkeh, 24 januari 2003
rieke diah pitaloka

No comments:

Post a Comment